2 November 2016 12:45 pm
Kalo ada kata-kata follower biasanya konotasinya adalah negative! kurang inovasi dan hanya bisa ikut-ikutan saja! menjadi imitator memiliki persepsi negative bagi market, tapi apakah memang benar??
kegiatan mengekor ini ternyata tidak sepenuhnya salah, bahkan sejumlah study yang terpercaya menunjukkan, imitator sering sekali lebih sukses dibandingkan Pioner.
Study yang komprehensip ini sudah ditulis disebuah buku keren karangan Steven P. SCHNAARS yang berjudul Managing Imitation Strategies.

ingat ya madev gak terafiliasi sama pengarang buku ini hehehe
sebagai contoh Apple, sebuah perusahaan teknologi dengan nilai Value tertinggi didunia! ternyata awalnya juga melakukan strategi Imitator! mereka menjiplak penggunaan Icon sampai user interface milik Xerox, bahkan “mencuri” teknologi Mouse yang sedang dikembangkan oleh Xerox!
Toyota pabrikan roda 4 terbesar saat ini, awalnya hanya perusahaan mesin jahit! membongkar mobil ford dan chevrolet serta membuat mobil pertama mereka dengan cetakan mobil-mobil tersebut, dan mengkanibal suku cadang mobil itu!! (cara terbaik untuuk mendapatkan teknologi maju adalah dengan mencurinya xixixi).. dan lihatlah kini Toyota, sudah melampaui Ford dan chevrolet baik secara nilai maupun penjualan!
Pabrikan handphone cina seperti huawei, xiaomi, oppo, sering meniru dan mengekor apple dan samsung, dengan harga yang terpaut jauh!!
Baik firts Mover maupun Pioner punya kelebihan dan kekurangan masing-masing, Pioner bisa menjadi besar karena memanfaatkan kompetisi yang rendah di market tersebut! dan biasanya untuk menjungkalkan sang firts mover membutuhkan waktu yang cukup lama! bisa flashback bagaimana Beat membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menumbangkan Mio!!
Nah sang follower atau Imitator juga memiliki kelebihan, yang paling menonjol adalah karena pasar sudah terbentuk mereka lebih mudah untuk melakukan penetrasi tidak perlu riset atau trial and error, tinggal datang dengarkan konsumen yang kurang puas, dan buatlah yang lebih baik, kelihatan simple?? tapi sebenarnya sangat susah dilaksanakan hehehe!
sang pioner atau firts mover sering terjebak dalam perangkap inovator dilema, karena merasa puas dengan produk mereka, mereka tidak sadar ada kompetitor yang siap menerkam mereka, dan lupa berinovasi!! inilah yang menumbangkan perusahaan raksasa-raksasa dulunya, Nokia, blackbery, sony, panasonic, sharp, Chrysler, dll
Nah bagaimana impactnya bagi kita konsumen??
Adanya follower maupun firts mover sebenarnya bagaikan ying dan yang, bagaikan romeo dan juliet, maupun rama dan shinta atau ada gula dan semut, tidak bisa dipisahkan wkwkwk
dan semuanya memberikan hal yang positive bagi konsumen, jika pabrikan melakukan sesuatu hal untuk membuka pasar tentu konsumen memiliki sebuah pilihan yang berbeda dan bagus, dan saat ada pabrikan lain yang masuk di segment yang sama, tentu biasanya memberikan value yang lebih untuk bertarung dengan sang firts mover!!
Kompetisi yang ketat menguntungkan konsumen!!
lain lagi kalo tercipta kartel disegment itu, saling kongkalikong untuk menguasai pasar, tentu ini yang merugikan konsumen!
So… mau firts mover maupun follower, dua-duanya memberikan hal positive bagi konsumen! monggo share komentarnya
Posted by mariodevan
Categories: Marketing
Tags: flollower vs firts mover
Mobile Site | Full Site
Get a free blog at WordPress.com Theme: WordPress Mobile Edition by Alex King.
top
LikeLike
By mboh on 2 November 2016 at 12:50 pm
Saat bicara ttg “menguasai pasar”, saya malah merasa terminologi follower/first mover dan semacamnya menjadi tidak relevan, karena dari sudut pandang pengusaha/kapitalis, orientasinya hanyalah profit semata (lewat penguasaan pasar)
LikeLike
By handoyo25 on 2 November 2016 at 1:19 pm
Yup… Pabrikan tidak peduli lagi mau follower firts mover….yg pnting profit…
Jilat ludah sndiri juga hal yang biasa hehe
LikeLike
By mariodevan on 2 November 2016 at 1:58 pm
ooo
LikeLike
By lele on 2 November 2016 at 1:25 pm
mereka lahir dijaman yg tepat..
kalo sekarang bakal kena caci maki..
LikeLike
By dazz on 2 November 2016 at 1:28 pm
Yg jelas cara cepat belajar adalah dgn meniru…
LikeLike
By gilaroda2ga on 2 November 2016 at 2:35 pm
Steve jobs sendiri uring2an dengan android yang dia bilang mencuri idenya padahal dulu dia bangga sekali dengan pencurian ide xerox tersebut 😂
Sepenjnggal jobs apple terkesan agak stagnan di tengah gempuran kompetitor apalagi kemarin macbook banyak yang bilang kalah selangkah dibandingkan microsoft dengan surface studio..
LikeLike
By subaru on 2 November 2016 at 4:06 pm
Yup dia juga mrah sma bill gates krn pake UI yg sma….. Wkwkwkwk….
Apple skg lgi dpt cobaan iphone 7 khilangan roh inovasiny juga…. Entah brp thun lgi aple bsa berjaya… Tgl tunggu nasibny sperti blackbery hehe
LikeLike
By mariodevan on 2 November 2016 at 4:12 pm
Wah bisa turun harganya donk asik hehe
LikeLike
By Kobayogas on 2 November 2016 at 4:33 pm
pasti udah baca
“steal like an artist” juga
hehe 😀
LikeLike
By novarioadi on 2 November 2016 at 4:17 pm
Hehehe picasso, seniman baik meniru, seniman hebat mencuri wkwk
LikeLike
By mariodevan on 2 November 2016 at 4:45 pm
Berita u nggak muncul di reader wp..
http://sebarkan.org/2016/11/02/%e2%80%8bkepergok-cium-pria-petra-sihombing-gay
LikeLike
By sebarkan.org on 2 November 2016 at 5:22 pm
Sayang negarA kita tdk menjadi peniru yg baik, lebih suka instant, makanya kita tertinggal terus, kejar Malay aja sulit,
nasib
LikeLike
By bdt on 2 November 2016 at 8:03 pm
kalo di R2 komenter2 emang brisik, si merah niru biru lah, si biru niru fitur merah lah…. beda banget di R4, kapan model kiyang apanja merk lain bikin, atau mobil kalo blom airbag abs ebd ba vsc dll apalagi harga mahal bakal dibully habis2an, ga ngomong niru fitur tuh….
LikeLike
By topman on 3 November 2016 at 8:58 am
follower dengan keterbatasan sumber daya tinggal tunggu mati, beda cerita kalo sumber daya kelas dewa, mending jadi follower daripada first mover (sedang berkaca pada diri sendiri yg baru saja buka usaha dengan kompetitor kelas dewa)
LikeLike
By semangat on 3 November 2016 at 9:55 am
Yang penting jualan ngebul
LikeLike
By amlbuton on 3 November 2016 at 9:58 am
yang sederhana aja cara berpikirnya ….anggap lha kita yang mau beli tuh produk , apa yang jadi pertimbangan kita ? kalo sesuai dengan value sudah pasti kita ngak memperdulikan siapa yang pioner siapa yang follower.
masa iya produsen follower bikin produk yang jauh lebih baik dengan harga yang value dan baik dari segala sisi ,tapi kita tetap beli yang lain dengan alasan yang lain itu pioner wekekekek helow wake up dude…
LikeLike
By bejo on 3 November 2016 at 10:52 am
la ya itu enaknya jadi follower dengan sumber daya yang nggilani, semau-maunya mau bikin produk kayak apa.
LikeLike
By semangat on 3 November 2016 at 4:18 pm