Mungkin bagi sebagian besar pecinta motor di Indonesia nama Royal Enfield terasa asing terdengar, padahal motor ini sudah ada semenjak tahun 1893 (ada yang sudah lahir?hehehe), motor ini berasal dari Ingris, dan menjadi salah satu motor yang diandalkan sebagai kendaraan untuk perang dunia!
Pada tahun 1955, enfield mulai membuka perakitan di India, dengan suku cadang yang diimport dari Ingris, sayang pada tahun 1971, enfield Ingris harus tutup, tapi Royal Enfield India masih mempertahankan produksi sampai saat ini, yang menjadi ciri khasnya adalah masih digunakan-nya tenaga manusia dalam prosses produksi, seperti pelukisan di bagian body, yang masih dilakukan manual dengan tangan terampil.

test ride royal enfield clasic 500
Selain itu teknologi yang diusungnya pun tetap dipertahankan, sehingga nilai historikal-nya tetap tinggi bukan hanya pada modelnya saja yang klasik, tapi teknologi mesinnya juga masih dipertahankan seperti pada awal produksinya di tahun 1955, hanya ada penambahan sistem pembakaran injeksi, maupun kelistrikan baru seperti elektrik starter, mengikuti standart emisi.
Pertama kali madev melihat motor ini rasanya madev dibawa kembali ke masa lampau, saat perang dunia dahulu, desainnya yang klasik memang sangat khas, semua body dibalut dengan material metal yang tangguh, dan built quality yang cukup apik! beda deh dengan motor india yang sempet nongol di sini, hihihihi.
madev mencoba menaiki motor ini, terasa nyaman untuk posisi duduknya, sangat cocok buat perjalanan jauh, melongok kebagian spedometer memang sangat klasik, tidak banyak fitur yang tersedia, fuel meter bensin saja hanya ada sebuah lampu yang akan berkedip jika bensin tinggal sedikit.
saat menyalakan motor ini dengan double starter terasa halus, tapi saat mencoba dengan menggunakan kick starter sangat sulit, apa makannya kurang ya? hihihihi
mencoba menjalankan motor ini terasa memang jambakan torsi yang sangat kuat!memang ciri khas motor single silinder seperti ini, saat melaju, terasa getaran yang cukup terasa dibagian body dan tangan, maklum sih karena mempertahankan kondisi klasiknya, untuk engine balancer dan fitur kenyamanannya kurang diperhatikan, memang bagi yang tidak terbiasa akan merasa manyun, tapi itulah seninya, seni orang kaya yang madev tidak bisa pahami hahahha.
Power motor ini sangat istimewa sebentar saja jarum spedomoter sudah menunjukkan kecepatan 100, padahal baru gigi dua, motor ini juga memiliki kelebihan karena bentuknya yang ramping, lebih mudah untuk berbelok, dan lebih nyaman untuk digunakan harian.
Kelebihan
- Desain klasik, dan memiliki historical tinggi
- material body berkualitas
- Irit bahan bakar, diklaim bisa sekitar 38km/liter sangat irit untuk motor dengan cc sebesar 500, kelebihan single silinder
- Torsi luar biasa.
- Tangguh! sebagai motor perang dunia, tidak bisa diragukan lagi ketangguhannya, apalagi royal enfield tetap mempertahankan proses produksinya dari tahun 1955, ndak main ngurangi kualitas kayak pabrikan jaman sekarang, cuma ya harganya jadi begitu deh.
- Maintanance murah, dikarenakan pada bagian mesin yang tergolong klasik/jadul, motor ini juga mampu diperbaiki di bengkel daerah terpencil sekalipun!
Kekurangan
- Getaran berlebih
- Harga cukup tinggi 187 juta otr surabaya, karena termasuk produk import diatas 250cc, tau sendiri kan pajaknya berapa!
- Minim fitur! jangan harapkan akan ada lampu LED, radiator, teknologi ABS dll, motor ini cukup minimalis soal fitur hehehe
Spesifikasi :
ENGINE
| Type | Single Cylinder, 4 stroke,Twinspark |
| Displacement | 499cc |
| Bore x stroke | 84mm x 90mm |
| Compression Ratio | 8.5 : 1 |
| Maximum Power | 27.2 bhp @ 5250 rpm |
| Maximum Torque | 41.3 Nm @ 4000 rpm |
| Ignition System | Digital Electronic Ignition |
| Clutch | Wet, multi-plate |
| Gearbox | 5 Speed Constant Mesh |
| Lubrication | Wet sump |
| Engine Oil | 15 W 50 API, SL Grade JASO MA |
| Fuel Supply | Keihin Electronic Fuel Injection |
| Air Cleaner | Paper Element |
| Engine Start | Electric/Kick |
CHASSIS & SUSPENSION
| Type | Single downtube, using engine as stressed member |
| Front suspension | Telescopic, 35mm forks, 130mm travel |
| Rear suspension | Twin gas charged shock absorbers with 5-step adjustable preload, 80mm travel |
DIMENSIONS
| Wheelbase | 1370 mm |
| Ground Clearance | 135 mm |
| Length | 2160 mm |
| Width | 800 mm |
| Height | 1080 mm (Domestic) 1050 mm (Export) |
| Kerb Weight | 187 Kg (with 90% Fuel & Oil) |
| Fuel Capacity | 14.5 Ltr (3.2Gallon) |
BRAKES & TYRES
| Tyres Fr. | 90/90 – 19(Domestic), 90/90 – 18(Export) |
| Tyres Rr. | 120/80 – 18(Domestic), 110/80 – 18(Export) |
| Brakes Front | 280mm Disc, 2-Piston caliper |
| Brakes Rear | 153mm Drum, Single Lead Internal Expanding |
ELECTRICALS
| Tail Lamp | 21 W / 5 W |
| Turn Signal Lamp | – |
| Electrical System | 12 volt – DC |
| Battery | 12 volt, 14 Ah |
| Head Lamp | 60 W / 55 W, HALOGEN |
Demikian friends firts impresion yang boleh madev share soal Royal Enfield ini, yang pasti motor ini memang sangat cocok bagi anda yang menyukai motor dengan desain klasik, dan terbatas!
monggo share komentarnya friends.
special thansk buat kang ompuns jatimotoblog dan bro moch. arofah buat kesempatannya, sering-sering ya hehehe
- Gojek, Grab, dan Gugurnya Karya Anak Bangsa
- Life In Jakarta, berkunjung ke Toko Buku terbesar di indo dan cafe cozzy di Matraman
- GridOto Award 2024: Yamaha Dominasi Penghargaan dengan Pencapaian Spektakuler
- Yamaha NMAX “TURBO” TechMAX: Bukti Skutik Premium Terbaik di Kelasnya
- Harmoni Klasik dan Modern: Yamaha XSR 155
- Kado Akhir Tahun Istimewa, Yamaha Serahkan NMAX “TURBO” untuk Pemenang Yamaha Day Competition di Bandung
- Yamaha STSJ Gelar Synergy Ride 2024, Perkuat Kolaborasi dengan Komunitas Motor
- Yamaha STSJ: 50 Tahun Berbagi, Menginspirasi Negeri
- Menpora Dito Ariotedjo dan Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo Apresiasi Aldi Satya Mahendra sebagai Juara Dunia Bersama Yamaha Indonesia
- Aldi Satya Mahendra Naik Kelas, Siap Bertempur di World Supersport 2025 Bersama Yamaha
- Promo Akhir Bulan Yamaha STSJ: Diskon Besar, Hadiah Eksklusif, dan Motor Impian Jadi Lebih Dekat
- Fazzio Hybrid Ajak Gen Z Tampil Lebih Skena dan Auto Worth It di Fazzio Day!
- Semakin Di Depan: XMAX Connected Terbaru Hadir dengan Sentuhan Sporty dan Warna Elegan
- Yamaha Meluncurkan Varian dan Warna Terbaru Fazzio Hybrid Series, Skutik Favorit Gen Z yang Auto Worth It
- Journalist Max Community (JMC) Touring Lagi & Meriahkan Gelaran MAXi Yamaha Day Bandung 2024
- Apresiasi Para Pengguna MAXi, Yamaha Ajak Konsumen Touring Spesial ke Karimunjawa
- Upgrade Motormu dengan Paket Hemat Yamaha, Dijamin Nggak Nyesel!
- Kolaborasi Unik: Yamaha dan Peau Jeune Hadirkan Paket Lengkap untuk Gaya Hidup Modern
- NMAX Tour Boemi Nusantara: Jelajahi Wisata Sejarah Kota Bengkulu Hingga Wisata Kuliner di Kota Tertua di Indonesia
- MERDEKA Bareng Yamaha: Raih GEAR 125 dan Nikmati Kebebasanmu!


aku kapan om?
LikeLike
di rpm rendah… blar blar nih…
kelebihan Yamaha Nmax: http://wp.me/p1eQhG-172
LikeLike
tinggal dikasih tebeng bundar didepan headlamp, jadi motor captain america ini….:D
https://aldobendul.wordpress.com/2015/04/18/modifikasi-headlamp-r15-double-r1-lamp/
LikeLike
hahahaha ada tuh… yg tipe satunya bukan yg tipe ini
LikeLike
ane masih sulit mbedain motor retro satu sma yg lain..haha
LikeLike
hahahaha sama…. wkwkwk
LikeLike
motor keren harganya bikin kere
LikeLike
hanya kalangan tertentu memang
LikeLike
Engine type SOHC ?
LikeLike
sepertiny bgitu
LikeLike
jozzzz
jemur ssek
lady biker cantik, nunggang CB 15 modif cantik!
LikeLike
wah pintej
LikeLike
mantab… classic moge nih
LikeLike
Motor keren mas.. Juoozzz…
LikeLike
Pingback: Moge Adventure dan retro ini dijual dibawah 100 juta?! Pilihan alternative bagi yang berbudget minimalis!! | mario devan Blog's
kmren ketemu di thailand….
LikeLike
Pingback: Usir getar di setang! bisa pakai Steering Damper! | mario devan Blog's
Pingback: Royal Enfield kini hadir dengan harga yang lebih manusiawi! | mario devan Blog's
Harganya berapaa yaa?
Yg update dong gan soal harganya, masih simpang siur nih
LikeLike