harus ada 2,1 juta unit motor listrik di Indonesia pada tahun 2025!

Mungkin banyak yang belum menyadari bahwa life cycle motor bakar sudah tinggal beberapa tahun lagi, kalau dinegara maju sih sudah sangat jelas! mulai dari dipaksanya penggunaan angkutan masal, kendaraan listrik, sampai peraturan emisi yang sangat sulit, impactya beberapa perusahaan sampai harus tipu2 agar lolos uji emisi dan akhirnya terkena denda yang bikin kantong tongpes!seperti mitsubishi dan VW grup

lalu ada yang berpendapat itukan diluar negeri bagaimana dengan diindonesia!nah ini yang banyak orang belum tahu! blogger-blogger juga madev rasa belum ada yang tahu, karena selama madev blogwalking belum ada yang bahas akan hal ini!

motor listrik gesits yang akan diproduksi masal ditahun depan!

Untuk mendorong pemanfaatan energi yang lebih baik! indonesia sudah mencanangkan undang-undang yang berkekuatan hukum tetap! dan sudah disahkan pada bulan maret lalu oleh pak Jokowi yaitu Perpress no 22 (sumber lampiran perpress no 22 tahun 2017), kalau friends lihat disana dibagian lampiran! ditahun 2025, atau 8 tahun lagi populasi motor listrik akan digenjot diangka minimal 2,1 juta unit! angka yang cukup masif mengingat market motor tiap tahunnya hanya diangka 5 juta unit! belum lagi jika angkutan masal, dan infrastruktur lainnya selesai yang akan semakin mendesak penggunaan kendaraan motor bakar beralih!

Untuk mendorongnya maka akan ada insentif khusus yang dipersiapkan pemerintah, untuk itulah motor listrik seperti viar Q1 yang bisa mendapatkan STNK dan BPKB, berani masuk dan curi start duluan! pemimpin pasar seperti Honda dan Yamaha mungkin masih sayang dengan investasi pabrik mereka yang triliunan, dan harus invest lagi untuk kendaraan listrik! tapi madev yakin 2-3 tahun lagi mau gak mau mereka akan nyemplung disegment ini!

pemerintah juga mencanangkan untuk menurunkan terus tarif dasar listrik, dan ditargetkan di tahun 2019 menjadi termurah diasean, untuk saat ini tarif listrik kita masih kalah dengan Vietnam, tapi sudah lebih murah daripada thailand atau singapore (jadi yang bilang tarif listrik indonesia termahal didunia itu tidak benar sumber)

madev jadi bayangin, bengkel-bengkel nantinya dimasa depan bukanlah hanya berisi ahli otomotif motor bakar bensin atau diesel, tapi dari lulusan elektro atau IT, ahli dinamo, Ecu dan aki! sangat-sangat low maintenance, pabrik oli bisa megap-megap juga nie hihihihihi, federal oil bakalan dimerger sma pabrik aki GS buat bikin batrai motor listrik hehehe

Monggo share komentarnya friends

Jangan lupa add dan follow ya Social Media official | twitter : @mario_devan | FB page : https://www.facebook.com/mariodevanblog | Instagram : mariodevan 

indonesian talent

Advertisements

About mariodevan

Makhluk terlanjur ganteng hehehehe, kelahiran manado, dan besar di surabaya, menyebut profesinya sebagai digital entrepreneurship (biar keren hihihi) | Menyukai semua yang berbau Otomotif dan juga suka belajar ilmu Marketing! | Bloger yang konsen menulis mengenai Motor, mobil, Analisis marketing otomotif, Sport dan semua yang dekat di sekitar. |Ingin mengHubungi penulis bisa di mariodevan@gmail.com, 085648012040 (whatsapp) | Social Media official | twitter : @mario_devan | FB page : https://www.facebook.com/mariodevanblog | Instagram : mariodevan
This entry was posted in Motor and tagged . Bookmark the permalink.

17 Responses to harus ada 2,1 juta unit motor listrik di Indonesia pada tahun 2025!

  1. ardiantoyugo says:

    pertamina bakalan ngaku rugi lagi nih…

    Ganti ban FDR Sport XR Evo: http://wp.me/p7LBn5-2Ub

    Like

  2. Kobayogas says:

    Semoga bukan pepesan kosong.. Dari dulu mesin diesel itu lebih Ramah lingkungan, lebih hemat bbm, bisa lebih powerful.. Di LN harganya dapat subsidi pemerintah. Pajak juga dibuat lbh murah.. Disini? Harga lbh mahal, pemerintah pura pura ga tau.. Mesin Hybrid aja Kaga dpt insentif apa apa.. Skrg nongol wacana listrik? Wkwkwkw…
    TGTBT, oh God, Hope I’m wrong bout this..

    Like

    • mariodevan says:

      saya sih lebih optimis sma pemerintahan skg, viar Q1 bisa dpat stnk dan BPKB lalu kerjasama dengan PLN bangun jaringan buktinya….pemerintahan dahulu, mobil listrik uji emisi gagal wkwwkwkwk…… infrastruktur juga bisa terlihat jelas wktu mudik kemarin… berat tapi optimis

      oh y di perpres nomor 22 akan didorong juga untuk mesin hybrid…

      Like

    • Har on says:

      Sebenarnya mesin diesel tu ramah lingkungan atau g ya dibandingkan mesin bensin,???kok kmrn lihat berita di Eropa populasi mesin diesel semakin dikurangi krn isu lingkungan…

      Like

      • Kobayogas says:

        wah ini emang ay yang belum baca apa gimana ya.. kok isunya malah terbalik.. apa mungkin diesel generasi lawas yang dikurangi?

        Kalau head to head sesama mesin bensin dari generasi ke generasi, mesin diesel itu lebih ramah lingkungan dan lebih hemat walau asap yang keluar lebih pekat…

        Like

  3. Har on says:

    Besok2 yg ramai bukan SPBU tapi toko retail yg jual baterai motor listrik, spt elpiji melon.

    Like

  4. Si malih tongtong says:

    Yakin indonesia lebih murah dari thailand? Kalau dari singapura bisa jadi, tapi jangan mimpi bisa semurah se asean, dari myanmar yang negaranya kecil aja, tdl indonesia aja 3x lipat lebih mahal. Terus itu wacananya juga tahun 2019 atau 2020, yg artinya nunggu ganti presiden dulu dan belum tentu juga nanti presiden berikutnya bakalan mau..kan ada pepatah kalau bisa dibikin mahal, ngapain dikasih murah wkwkwk

    Like

    • mariodevan says:

      lah itu makanya dibaca link-nya kita lebih murah dari thailand, kalau malay sistem perhitungan beda pembagiannya tidak berdasarkan beban listrik tapi banyaknya pemakaian, logically fall nie justru negara kecil lebih mudah mengurus listrik daripada negara sebesar Indonesia, yang punya kebutuhan besar bangun jaringanny juga buanyak…. papua berpuluh tahun gak ada listrik sekarang baru tersentuh listrik, dan harga bbm bisa seragam!! itu dari mana duitnya??kan dari subsidi yang dialihkan, ingat harga listrik kita juga ada dua macam yang subsidi dan nonsubsidi!inilah isi sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia!!

      pepatah kuno yang udah gak relevan, diera digital ini justru apa2 bakalan jadi lebih murah, coba banyak-banyak piknik ke daerah timur biar berwawasan luas, harus rubah mindset, ya tiap peradaban memang ada dua tipe manusia pesimis yang akan selalu merasa inferior complex dan orang-orang optimis yang akan selalu mencari solusi…..

      sekalian saya cerita 200 tahun lalu thomas robert malthus di ingris menulis penelitian bahwa bumi yang mereka diami tidak akan mampu menyediakan pangan lagi, orang-orang bermental optimis mulai menghidupkan sains dan memunculkan revolusi industri, teknologi trasnportasi laut, dan pertanian modern! dan menemukan benua baru untuk didiami dan diolah yaitu amerika!!dan hasilnya sudah hampir 200 tahun harga komoditas dunia justru turun

      so tipe orang seperti apakah anda??

      Like

      • Si malih tongtong says:

        Hihi nyebut malaysia juga ya om berarti bukan vietnam doang kan (sebenarnya masih ada lagi loh yang lain tapi nanti jadi kebanyakan lagi) 😀 terus bandingin myanmar sama indonesia relevan kok karena sama-sama negara berkembang dan infrastruktur disana sebenarnya gak sepesat disini loh, makanya kok bisa lebih murah ya buat user rumahan? Mau bandingin negara kecil atau nggaknya, kalau sama cina gimana? Itu berapa kali lipat lebih gede dari indonesia loh tapi masih lebih murah, malah kalau pakenya malem tarifnya lebih murah lagi. Atau mau yang ekstrim lagi tapi yang keadaannya “mirip kayak indonesia” , kalau venezuela gimana? Itu malah termurah sedunia malahan…sebenarnya sih sy optimis nantinya listrik murah buat motor beginian bakalan ada tapi kalau “sikon” yang mendukungnya masih rada gelap, ya gimana ya ngomongnya hehe

        segitu aja ah…sy bukan orang pinter soalnya hehe….peace ya om

        Like

        • mariodevan says:

          di indo ada 27 juta rakyat yg msh dpt subsidi listrik dan harganya masih sangat murah! rakyat malay, vietnam dan myanmar berapa jumlahnya?y g relevan bandingin ama myanmar…

          venezuela negra bangkrut kok dibandingin mereka bangkrut krn manja dng subsidi, cina no coment mereka sudah masuk ke negara maju dengan infrastruktur yg luar biasa, indo baru tahap membangun!

          Like

          • Si malih tongtong says:

            Kayaknya gak pas deh, kalau dibandingin jumlah penduduk. Memangnya dari jumlah sekian, semuanya jadi pelanggan? Nggak, kan? Kalau mau pas bandingin sama jumlah pelanggan, bukan jumlah penduduk. Tapi itu tetap aja kurang relevan karena 1 pendaftar yang sudah berlangganan, listriknya bisa dipake rame-rame. Contoh rumah tangga, hotel dst. Apalagi kalau yang banyak wisatawannya, yang make bisa seabrek-abrek tuh wkwkwk

            Terus masa sama negara yang katanya negara bangkrut, bisa lebih murah dari negara yang lumayan makmur? Ya udah kalau cina gak masuk, kalau sama india gimana? Disitu juga lebih murah loh terus kondisinya juga mirip sama indonesia…ayo, ngasih alasan apa lagi (hehehe….becanda om)

            Like

            • mariodevan says:

              27 juta itu kan pelanggan pln toh, tarif subsidi untuk pelanggan subsidi ini Rp. 415/kwh, murah banget…. 27 juta pelanggan ini dibandingin sma semua penduduk myanmar aja kalah banyak itu myanmar… wkwkwk…. mereka mampu subsidi rakyatnya kalau sebanyak itu???

              lah iya bangkrut karena kasih subsidi berlebih, loe mau negara kita bangkrut kayak venezuela, trus bangain listriknya murah??negara bangkrut ya jangan dicontoh lah kebijakan-kebijakannya!!

              kok kasih alasan, anda ini kok logikanya agak aneh ya hahahaaha….yang bagus ya ditiru, kenapa china lebih murah, kenapa india lebih murah, kan harusnya kita belajar dari sana… fyi indo sempat pakai pembangkit tenaga listrik china yang murah, tapi ternyata tidak cocok dengan iklim kita dan sering rusak, anda gak tau kan info ini??

              cuma semua butuh proses gak instan, cina dan india sudah leading duluan dalam pembangunan, sementara kita baru jalan saat ini, dan sibuk sendiri dengan kegaduhan politik, kita juga punya tantangan tersendiri dengan kondisi geografis yang terpisah-pisah jauh, banyak2 piknik keindonesia timur biar terbuka wawasannya, tapi bagusnya kita masih lumayan murah, bandingin thailand, malay yang ekonominya mirip2 dan sewilayah!ini linknya http://bisnis.liputan6.com/read/2889917/lebih-murah-dari-malaysia-tarif-listrik-ri-kalah-dari-vietnam oh ya dari tadi bilang listrik myanmar 2x lebih murah, mana linknya??

              coba belajar teori Purchasing-Power-Parity (PPP) ini dulu biar dapat pemahaman juga soal harga-harga dan perbandingan harga dengan negara lain

              hidup jangan pesimis melulu, bikin susah, rejeki seret, gak bahagia

              Like

            • mariodevan says:

              siapa sih yang gak pingin listrik murah, tapi itu semua gak bisa dicapai dengan pekerjaan semalam seperti cerita mitos bangun candi…. untuk itulah pentingnya belajar ilmu ekonomi!dan hindari berita pesimis karena melemahkan otak, saya lebih suka berita-beria optimis karena selain berisi tantangan selalu ada solusi yang diberikan…. sekarang apa solusi anda agar listrik bisa lebih murah??gak usah bagi negara, bagi diri sendiri saja dan keluarga, apa yang bisa dilakukan??

              Like

              • Si malih tongtong says:

                Hehe…oh yang 450va, kirain yang 900va keatas soalnya kan lagi bahas motor listrik yang kemungkinan customernya nanti ya “va” diatas itu tadi yang make…dan yg pasti lebih murah haha. Jumlah penduduk Myanmar emang gak sebanyak indonesia tapi yang pasti lebih banyak dari cuman segitu aja. Dan kalau mau kata orang awam kayak sy sih, tdl disini diambil nilai rata-ratanya baru dibandingin sama yg lain biar fair. Soalnya yg lainnya kayak dimyanmar contohnya lagi hehe, tarifnya sama semua buat user biasa alias flat. Dan kalau mau dihitung kayak gitu, ya disini lebih mahal jatuhnya. Sumbernya banyak sih, salah satunya disini https://energypedia.info/wiki/Burma_(Myanmar)_Energy_Situation. Mau yang lain? Banyak kok, tinggal minta bantuan om google aja 😉 2x lipat kan kalau dibandinginnya kayak gitu? haha

                Emangnya di cina gak punya masalah yang mirip, banyak kali om. Malah sebagian ada yg lebih parah. Jangankan didaerah timur indonesia, masih dibagian barat aja, contohnya dibagian garut masih ada desa yang belum ada listrik sama sekali. Kalau sy pribadi sih bukan masalah optimis atau pesimisnya. Tapi lihat ke nilai probabilitasnya, tindakan ekonomi itu salah satunya diambil dari nilai probability dari fakta yg ada bukan dari optimis atau pesimisnya. Itu juga yg dilihat sama negara arab, yg akhirnya cuma investasi dikit banget, ini nyatut dari salah satu anggota apindo hehe

                Indonesia itu sebenarnya itu negara yang hebat loh, cuman terlalu lama statusnya jadi negara berkembangnya jadinya gitu deh. Kalau ngomongin sifat optimis perorangannya, menurut sy indonesia paling hebat loh….listrik byarpet, malah ada yg gak dapet listriknya dan segudang masalah lainnya, masih berusaha keras buat hidup dengan nyaman.

                Ah udah ah, malah jadi ngalor ngidul haha….sy sih kalau ada wacana yg bagus, intinya sy sih aminin aja mudah-mudahan terwujud. Tapi yg pasti sih sy sendiri udah nyiapin disaster plan buat ya…paling nggak diri sendiri.

                Gitu aja deh….debat kusir mah bukan bidang saya soalnya sy bukan orang pinter…peace ya om 😀

                Like

                • mariodevan says:

                  Ada 3,1 juta pemakai listrik 900 vva juga yg dapat subsidi kok….

                  Makanya saya bilang gak relevan bandingin ama myanmar mulai dari jumlah penduduk sampai demografisnya beda, luas wilayah buat bandingin, dan kemampuan penduduk buat bayar listrik…. walaupun harus subsidi terus tapi konsekuensinya mereka tidak bisa berkembang cepat… nah skg tanyakan sama thailand,atau malay deh knapa listrik mereka lebih mahal dari indo?? Bandinginny jangan cuma ke bawah tapi dua sisi keatas juga….

                  Dan ingat dengan harga listrik sekarang saja motor listrik punya efisiensi yang jauh lebih besar dari motor bensin, jadi kenapa mempeributkan harga listrik kita dibandingin tetangga,kan konyol???
                  gak heran dinegara maju sudah mengalakkan kendaraan listrik, termasuk di china….kalau motor listrik jadi umum, subsidi bbm kan bisa buat bangun pembangkit2 listrik sehingga jadi lebih murah lagi??bener g?

                  Skg ekonomi terbesar itu dicina jdi g heran negara arab lebih banyak invest disana dripada diindo…. dan politiknya relative aman dengan sistem sosialis-liberalnya…

                  Ngomongnya mendukung tapi seolah meremehkan bangsa sendiri….gak bagus itu hehehe

                  Like

Coment gratis :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s