Kenapa ada pabrikan yang sangat “budeg”??!

Pertanyaan ini sering madev dapatkan, kok pabrikan “A” budeg banget, keinginan konsumen tidak didengar, bahkan suara-suara kritik itu sering dianggap konspirasi wahyudi, aseng, mamarika, yang ingin menjatuhkan mereka!! Duh pede banget sih!!ngoahahaha! atau sering juga madev mendapatkan pertanyaan  kok pabrikan “B” sering salah langkah sehingga tidak mendengarkan konsumen setia-nya, sedangkan pabrikan “C” sangat mau mendengar keinginan konsumen dan selalu berusaha memenuhi keinginan pasar!

Nah sebenarnya masalah “budeg” ini sudah dibahas mendalam oleh salah seorang pakar konsultan yaitu Sidney Yoshida dari tahun 1989 (ternyata penyakit budeg da lama ya muncul hehehe) dalam studynya yang diberi judul the iceberg of ignorance.

“The Iceberg of Ignorance”, consultant Sidney Yoshida concluded:  “Only 4% of an organization’s front line problems are known by top management, 9% are known by middle management, 74% by supervisors and 100% by employees…”

Iceberg-of-ignorance-with-stats-600x695

Nah hasil mengejutkan dari studynya adalah ternyata, banyak perusahaan yang gagal berkembang dikarenakan hanya 4% permasalah yang sebenarnya yang diketahui jajaran Top Managers-nya, padahal merekalah yang mengambil keputusan langkah strategic besar perusahaan!(bisa lihat gambar diatas untuk lebih jelas-nya)

transfer informasi antara jajaran karyawan terdepan-nya (yang harus-nya lebih tahu banyak) tidak berjalan semestinya! mulai dari jenjang supervisor, ke manajer, middle manajer, sampai ke petinggi/BOD!! sehingga permasalahan yang sebenarnya menjadi kabur, bias, dan tidak tertangani dengan sebagaimana mestinya! istilahnya berperang dalam kabut, tidak tau arah permasalahan, dan langkah serangan musuh! setelah timbul masalah para top manager ini kebingungan, kami tidak tahu masalahnya! harusnya semua ini berjalan baik!!

Kenapa ini bisa terjadi?? wah banyak faktor! mulai dari budaya penjilat! bagaimana karena tidak ingin kelihatan buruk dan bonus bisa cair terus, maka data-data disulap jadi baik sehingga jajaran BOD menganggap tidak ada masalah apa-apa!

Karena itulah Mr. President Jokowi sangat sering blusukan!! madev rasa blusukan adalah salah satu cara untuk memutus mata rantai jalur informasi yang salah ini.

Para top manager perlu melakukan langkah pendekatan terbalik, dari atas ke bawah, dan mulai melakukan 3 langkah proses pengambilan keputusan kunci, yang disebut 1-2-3 proses.

  1. Who can help me make a better decision?
  2. Who will have to carry it out? and
  3. Who will be impacted by it?

Pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab terlebih dahulu sebelum melakukan keputusan strategis! madev rasa pabrikan yang budeg itu sepertinya sudah tahu deh, tapi mungkin lupa, jadi madev ingetin lagi, biar bagaimanapun gak baik ngajarin ikan berenang, baiknya tuh ikan langsung dipancing trus dibakar #eh wkwkwk

sumber/referensi :

http://bobbyalbert.com

 

 

Advertisements

About mariodevan

Makhluk terlanjur ganteng hehehehe, kelahiran manado, dan besar di surabaya, menyebut profesinya sebagai digital entrepreneurship (biar keren hihihi) | Menyukai semua yang berbau Otomotif dan juga suka belajar ilmu Marketing! | Bloger yang konsen menulis mengenai Motor, mobil, Analisis marketing otomotif, Sport dan semua yang dekat di sekitar. |Ingin mengHubungi penulis bisa di mariodevan@gmail.com, 085648012040 (whatsapp) | Social Media official | twitter : @mario_devan | FB page : https://www.facebook.com/mariodevanblog | Instagram : mariodevan
This entry was posted in Marketing and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

44 Responses to Kenapa ada pabrikan yang sangat “budeg”??!

  1. iyashatirta says:

    Hal umum dalam dunia perusahaan om,kadang permasalahan” itu sdh smp ke top managenemen,tapi kadang top management mendengar masalah” tsb selalu menganggap enteng ( mungkin karena merasa sdh pnya pengalaman menghadapi mslh yg sama sebelumnya kali om),pdhl jaman juga brbh,persaingan berubah,tapi pemikiran msh tertinggal di belakang (maybe),

    Liked by 1 person

  2. Mase says:

    Betul setuju tuh

    Like

  3. ndesoedisi says:

    wow budaya jilat menjilat…

    Liked by 1 person

  4. The Ravens says:

    Hati2..ntar ada yg bap……..ah sudahlah.

    Like

  5. isal says:

    emang enak ya dijilat?? berlendir dan lengket…eewwwkkk..

    Like

  6. lamik gemini says:

    Karena diisi orang pintar.. jadi merasa paling pintar.. hehee

    Like

  7. oji says:

    sampai macam geram gini, jangan” karena cinta ya bro?

    Like

  8. GHOST says:

    woi YIMM JANGAN BUDEG NGAPA !

    GANTI TUH JAJARAN PETINGGI NYA KALO PERLU

    inget dulu situ bisa ngalahin pabrikan segede honda indonesia aka AHM !

    n SUZUKI PLEASE JANGAN AUTIS ! lo dulu bisa geser yamaha tau !

    (cukup ga ? :D)

    Like

  9. nvl rider says:

    #gelartikar .. semoga artikel ini di baca sama mereka. walaupun kemungkinan nya 4% .. kikikik .. mungkin dia (mereka) bingung.. mau lifecycle singkat bisa gaet calon konsumen baru, tapi side impact nya konsumen loyalis kecewa.. masa baru bulan lalu beli motor bulan lalu, eh udah muncul yang allnew besok lusa.. analisalieur 😃😎😷

    Like

  10. ONEBRT says:

    Setuju dg ide blusukan kita jadi taw fakta di lapangan. kerja benar nggk ……ato cmn duduk doang .main perintah doang tapi nggak taw fakta di lapangan. kyk gimn ?.

    Like

    • Numpang lewat says:

      Hehehehe….yang penting juga blusukan bukan buat pencitraan doang….hahahahahaha
      klo dalam kasus buat pabrikan, selain blusukan kebawah jajaran manajemen, pimpinan harus punya intuisi yang bagus jg, standar kemanusiaan yang bagus dan standar prosedur kerja yang bagus… percuma klo blusukan klo ttp tidak bisa mencerna permasalahan dan tindakan apa yang harus dilakukan… sometimes, didunia proyek secangkir kopi dan gorengan bisa menyelesaikan masalah yang bisa berdampak puluhan bahkan ratusan juta rupiah…..om madev pasti tau….hehehehehe

      Like

  11. ONEBRT says:

    jgn lupa budaya CARI MUKA ( didepan Big Boss) kliatan beres pdhal nggk beres……

    Liked by 1 person

  12. eiscell says:

    wkkk

    klo dah digoreng dimakan make garpu yaaaa

    https://m.bukalapak.com/p/kamera/action-camera/1eq0zm-jual-action-camera-xiaomi-yi-16mp

    ACTION CAM TERMURAH

    Like

  13. ockta says:

    terkadang jadi decision maker susah om.. btw makasih ya udah share link yang berguna banget

    Liked by 1 person

  14. bejo says:

    Lets say si YIMM yang budeg …kita gali yah si YIMM …..YIMM itu nahkodanya siapa ? org lokal atau Jepang ? ..Siapa yang penentu arah tuh Kapal ?? inilah akibat dari mayoritas perusahaan di kuasai jepang sedangkan pakar marketnya indonesia yah orang indo ….hehehe…mang orang indo di yimm jadi apa di sana ?

    Like

  15. subaru says:

    asal bapak senang
    cari muka
    penjilat

    karakter penghancur perusahaan

    lebih baik elu nyari yang nembak elu di depan daripada jilat elu demi keuntungan sendiri
    denger ga tuh 4% petinggi biru?

    Like

  16. yonyon says:

    Suziku ??

    Yahama ???

    Like

  17. seanomedic says:

    kalau pabrikan yg sangat rakus ada gak mas ?

    Like

  18. apen says:

    yg paling budeg kyknya sijuki,,,,,
    setahun ane nunggu satria 115,,,,
    ehh trnyata harganya kemahalan,,!!!!

    dahh diingetin ama fans,,,,
    ehhh ga didenger,,,,

    ini budeg apa bego sichh,,!!!!

    Like

  19. Pingback: April 2016 distribusi CB150r naik 90%!!vixion merosot cukup tajam! | mario devan Blog's

  20. otobalancing says:

    Persoalan ini sudah mendarah daging sejak jaman bahuleha, dan semuanya akan bermuara asal bapak senang, jarang ada pimpinan blusukan krn taunya beres aja, krn menganggap yg dibawah juga mempunyai tanggung jawab, kalo bagus oke aja kalo gak dan menimbun bisa menjadi bom waktu.

    Dan akhirnya kembali lagi ke faktor kepentingan yg lagi2 kembali lagi kepada humannya baik secara prilaku dan tindakan.

    Keburukan pasti berjalan mengikuti kebaikan, dan seringnya kebaikan dianggap buruk bahkan diperolok/dibully, yang akhirnya banyak org sulit mengeluarkan ide2 yg bermanfaat bagi kebaikan krn sudah di under estimate.

    Contoh kecil saat pertemuan dimana moderator setelah memaparkan penjelasan dan kemudian bertanya kepada audience, kebanyakan akan diam, takut salah, takut diperolok atau bahkan takut karena dianggap keminter.

    Semuanya dimulai dari hal kecil, karena gak ada hal yg besar terjadi jika hal kecil tidak diperhatikan

    https://otobalancing.wordpress.com/2016/06/13/bagi-takjil-serentak-republik-beat-indonesia-2016/

    Liked by 1 person

Coment gratis :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s