Dari tahun lalu, madev sudah menshare bahwa Yamaha Indonesia ingin masuk ke pasar Sport Low End (link), dimana saat ini dikuasai secara mutlak oleh Honda, lewat Honda Verza.
Nah bocoran yang masuk, Sport baru Yamaha ini, akan menggunakan basis desain Sport Yamaha Vixion generasi lama, plus rangka tralis, dan mesin yang identik dengan vixion lama.
Nah baru-baru ini beredar bahwa di brasil sana sudah meluncur motor baru fazer 150, bermesin sohc 2 klep, masih berpendingin udara.
Melihat spesifikasinya sepertinya Motor Low End Yamaha Indonesia akan lebih gahar dari Fazer 150, karena menggunakan mesin Sohc 4 klep legendaris dari Vixion, walau mungkin akan didowngrade tidak menggunakan radiator, dan shock stereo, gak mungkin deh memakai basis mesin Fazer 150 yang hanya 12,5 ps pada 7500RPM dan torsi 12.5NM pada 5500 RPM, Jika dipaksakan masuk Di Indo bisa dibully berjamaah nantinya wkwwkwk.
Selain itu dari berita yang masuk pada madev low sport Yamaha akan menggunakan rangka tralis (link) mungkin garis desain fazer 150 bisa dipakai, karena mirip dengan old vixion hanya lebih modern, nah pertanyaan-nya kapan akan meluncur?? kita tunggu saja, karena Yamaha sepertinya masih sibuk dengan project Sport DOHC-nya hihihihihi.
- Gojek, Grab, dan Gugurnya Karya Anak Bangsa
- Life In Jakarta, berkunjung ke Toko Buku terbesar di indo dan cafe cozzy di Matraman
- GridOto Award 2024: Yamaha Dominasi Penghargaan dengan Pencapaian Spektakuler
- Yamaha NMAX “TURBO” TechMAX: Bukti Skutik Premium Terbaik di Kelasnya
- Harmoni Klasik dan Modern: Yamaha XSR 155
- Kado Akhir Tahun Istimewa, Yamaha Serahkan NMAX “TURBO” untuk Pemenang Yamaha Day Competition di Bandung
- Yamaha STSJ Gelar Synergy Ride 2024, Perkuat Kolaborasi dengan Komunitas Motor
- Yamaha STSJ: 50 Tahun Berbagi, Menginspirasi Negeri
- Menpora Dito Ariotedjo dan Ketua Umum IMI Bambang Soesatyo Apresiasi Aldi Satya Mahendra sebagai Juara Dunia Bersama Yamaha Indonesia
- Aldi Satya Mahendra Naik Kelas, Siap Bertempur di World Supersport 2025 Bersama Yamaha
- Promo Akhir Bulan Yamaha STSJ: Diskon Besar, Hadiah Eksklusif, dan Motor Impian Jadi Lebih Dekat
- Fazzio Hybrid Ajak Gen Z Tampil Lebih Skena dan Auto Worth It di Fazzio Day!
- Semakin Di Depan: XMAX Connected Terbaru Hadir dengan Sentuhan Sporty dan Warna Elegan
- Yamaha Meluncurkan Varian dan Warna Terbaru Fazzio Hybrid Series, Skutik Favorit Gen Z yang Auto Worth It
- Journalist Max Community (JMC) Touring Lagi & Meriahkan Gelaran MAXi Yamaha Day Bandung 2024
- Apresiasi Para Pengguna MAXi, Yamaha Ajak Konsumen Touring Spesial ke Karimunjawa
- Upgrade Motormu dengan Paket Hemat Yamaha, Dijamin Nggak Nyesel!
- Kolaborasi Unik: Yamaha dan Peau Jeune Hadirkan Paket Lengkap untuk Gaya Hidup Modern
- NMAX Tour Boemi Nusantara: Jelajahi Wisata Sejarah Kota Bengkulu Hingga Wisata Kuliner di Kota Tertua di Indonesia
- MERDEKA Bareng Yamaha: Raih GEAR 125 dan Nikmati Kebebasanmu!








Sebenarnya banyak yg kurang paham “special force” dalam aplikasinya di sales team khusus. Jadinya setengah setengah dalam aplikasi team sales super yg cuma diamggap sebagai team sales yang advance product knowledge, excellence selling skill, hi motivated dan super loyal.
Special force tidak pernah konfrontasi langsung apabila tidak terpaksa. Pahami itu dahulu.
Like
Fungsi utama special force adalah menghancurkan sasaran strategic yang hi value bagi lawan. Masuk jauh ke dalam wilayah musuh. Melakukan penanaman doktrinasi paham baru yg merugikan musuh dan merusak musuh dari dalam pada saatnya. Mencari informasi hi asset musuh. Melakukan sabotase dst dst.
Misalnya masuk ke dalam komunitas komunitas lawan. Menanamkan image. Merubah presepsi. Dan menanamkan kebencian pada brand komunitas yg sekarang. Lalu dilanjutkan dgn aksi bedol deso 1 komunitas. Bayangkan tingkat kerusakannya. Note penting disini adalah no bc. Harus bisa multi value compare technique.
Atau masuk ke jajaran sales dealer lawan. Lemahkan metal dari dalam. Rusak motivasi dan buat tidak puas dgn sistem salarynya. Buat benci terhadap brand tempat mereka bekerja. Akhirnya tawarkan jual do ke other brand. Nah loh…siapa yang “pelihara” sales. Siapa yang bayar. Siapa yang dapet order dan penjualan.
Atau masuk menyusup ke pusat…wah ini lebih parah lagi….wk k k k… gak usah dijelasin dech.