Tanggal 22 April kemarin bertepatan dengan liburan yang panjang adalah waktu yang tepat untuk mengadakan perjalanan menikmati alam yang indah, saya dan PA (Pemuda Advent) sepanjang menyepakati untuk berkunjung ke Pantai ngliyep dan setelah itu menginap di Donomulyo, diputuskan Tikum di pintu 1 marinir, Karangpilang pada jam setengah 7 dan seperti biasa menurut adat istiadat orang Indonesia yang jam karet kami pun berangkat pada jam 8 pagi 😀
Sebelum berangkat isi dlu si Xeong full tangki bensin miskin/bensin orang tidak mampu (seperti yang ditulis di spanduk-spanduk di SPBU “premium hanya untuk orang tidak mampu” tidak mampu beli mobil kali maksudnya xixixi ) full tank sebesar Rp. 17.300, oke langsung tancap gas menuju malang selatan, sempat berhenti didaerah kepanjen untuk isi lagi bensin full 10 ribu, takutnya di daerah donomulyo sudah tidak ada SPBU.

Memasuki daerah kepanjen kami disambut dengan jalanan yang rusak, emangnya ada ya jalan di Indonesia yang mulus xixixi, jam setengah satu akhirnya rombongan sampai dengan selamat tanpa kendala yang berarti, memasuki daerah wisata pantai ngliyep membayar tiket masuk sebesar 5000/orang sampai didalam ternyata ada 2 arah pantai yang diportal, ke kiri masuk ke areanya perhutani bayar tarif lagi 5500/orang lalu yang ke arah kanan ke pantai panjang ngliyep diportal warga sekitar dan harus bayar 3000 per motor untuk masuk, weleh oknum pemda, perhutani dan warga rebutan lahan nie 😀 akhirnya diputuskan masuk dari pantai panjang aja lalu berjalan kaki mengelilingi pantai, dan ternyata keindahan pantai ini juga tidak kalah bagusnya, apalagi diantara perbukitan ada pantai yang tersembunyi dan sangat indah, cocok buat foto prewed nie ga perlu jauh-jauh ke bali hehehehe
Pantai panjang

Laut bergelora 😀

Pantai tersembunyi @ngliyep
Setelah puas bermain air akhirnya sekitar jam 5 kami menuju desa tlogosari Donomulyo, sepertinya ga ada jalan yg diaspal mulus disana semuanya terdiri dari batu-batu seharunya beli motor trail nie bukan matic xixixi. disana kami disambut dengan baik, khas keramah tamahan desa.
Sikat…habis
Pagi harinya setelah kebaktian sabath, kami akhirnya berkeliling untuk baksos, membagikan sedikit sembako ke rumah2 para jemaat tapi setiap kali mampir selalu mendapatkan suguhan hasil bumi yang melimpah, kenyang sekenyang-kenyangnya deh keliling ke 5 rumah-jadi sungkan sampai kami berniat menyerahkan salah satu rekan kami untuk dipelihara oleh Jemaat donomulyo xixixi

Tebu, degan, pisang, ketela, semuanya disikat habis

Pemandangan sawah di tlogosari donomulyo g kalah dengan ubud 😀
Skip…skip…skip pada hari minggu akhirnya kami pulang dengan rasa yang sangat puas, setelah menikmati keindahan alam pulang dari tlogosari, donomulyo pada pukul 8:00 WIB sampai di malang istirahat sejenak sambil isi bensin 10 ribu, mendekati jalan porong bertemu dengan rombongan motor CS-1 teman-temannya mbah wiro nie, dari plat nonya ada yg dari Jakarta, semarang, Surabaya-sepertinya berkumpul untuk jambore nasional….
Sampai di kost tepat pukul 12:00 ruar biasa panasnya Surabaya…