Analisis segment matic Yamaha yang keok dengan Honda, kok segment Sport masih berjaya??!!

Oke friends artikel kali ini akan membahas lagi diskusi hangat mengenai dunia strategic marketing roda dua… ada pertanyaan menarik dari pembaca madev disini, oh iya artikelnya ada disini https://mariodevan.com/2015/02/05/analisis-yamaha-matic-melawan-dominasi-honda-beatmampukah/

Honda beat hadir dengan promosi yang sangat anak muda

Honda beat hadir dengan promosi yang sangat anak muda

om mario numpang belajar dong…hehehehehe saya mengikuti diskusi yang tautannya diatas, tp cuma jadi silent rider aja hehehe… gini, kalo dari diskusi kemaren itu saya tangkap kekalahan yamaha dimetik selain dikarenakan kurangnya value produk itu sendiri tapi juga karena internal khususnya bagian marketing yang amburadul… apalagi sampe pada tahap delaer besar dan kecil, itu artinya lebih kesatu kesatuan unit management delaer yang tidak mendukung usaha penjualan yamaha.. pihak leasingpun tidak mensupport yamaha lagi..

Nah pertanyaannya, klo memang kerancuan itu ada pada marketing delaer besar dan kecil yang berimbas turunnya penjualan metik,

1. kok tidak dengan sport? apakah efek itu lebih dirasakan pada range harga entry level aka 16 juta kebawah atw ada analisa lain?

2. pertanyann kedua, apakah perusahaan sebesar yamaha tidak mampu mendeteksi adanya kerancuan marektingnya sendiri? apakah ini menandakan minimnya pengawasan dilevel bawahnya?? thanks.. maaf ya klo kepanjangan…hehehehe

Honda Beat vs Matic Yamaha copy

Madev sengaja membuat artikel tersendiri agar topiknya tidak keluar dari jalur diskusi di artikel yang lain.. hehehe

Nah kalo baca-baca diskusi di artikel tersebut, ada teman kita yang “agak ngotot” berpendapat kekalahan Yamaha karena faktor internal, Dealer besar memakan jatah kue Dealer kecil, sehingga dealer kecil menjadi mati…

Madev setuju akan hal itu, tapi madev tidak setuju kalo itu adalah alasan utama, penyebab Yamaha kalah perang!

madev lebih setuju bahwa hal tersebut terjadi sebagai efek tidak kompetitifnya secara value produk Yamaha matic dan juga kurang mampu membaca market trend dibandingkan kompetitor, Yamaha justru terjebak bermain di niche produk dengan GT series (diposisikan desain yang gagah dan kekar seperti transformer) maupun X-ride (matic offroad) laku sih… tapi itu bukanlah pasar yang besar!!bandingkan  data penjualan GT series dibanding Vario series (4 : 10) 

Hal itu diperparah juga dengan semakin keluar-nya matic Yamaha dari market trend matic untuk produk Mio, matic trend matic saat ini bergeser ke matic yang kaya fitur (beat), dan Hi-tech (vario series) tapi Yamaha masih bermain dengan cara jaman batu! mainan CC lebih besar! dan menonjolkan teknologi Irit di mesin seperti bluecore,apakah salah?? memang tidak, tapi itu kurang!!…,,karena honda secara image irit itu sudah sangat kuat, dan juga punya teknologi ESP dan ACG starter yang secara value serupa, dan Mio mana fitur fungsionalmu seperti ISS dan CBS yang sudah diaplikasikan honda beat?? kurang jelas kalo diasil cylinder dan forged piston, tidak terlalu berefek bagi konsumen??

apalagi kalo dilihat dari promosinya justru Y skg terlihat sangat gak bergairah…
sebagai contoh di jatim, honda mempromosikan launching beat dengan branding yang cukup luar biasa, di surabaya mendatangkan JKT48, malang raisa, kediri DJ una!! Honda benar-benar mengoptimalkan karena segment inilah tulang punggung penjualan, dan tentu saja market terbesar..

tapi apa yang dilakukan pabrikan Y?? hanya launching terbatas berupa pameran sederhana, dengan mengoptimalkan hard selling….. dan sales door to door, ngundang blogger juga sudah tidak pernah, takut mungkin ya?? hihihihihi

Di klas matic Nmax sebenarnya bagus secara value, fitur berlimpah harga murah! tapi sayang sekali NmaX hadir di market yang belum matang, dan tergolong sangat kecil secara penjualan!setahun cuma 12ribu sob!

secara value kalah, membaca arah market trend tidak tepat, promosi melempem, harus perang harga lagi, lengkap sudah penderitaannya hehehehe….

ingat kami disini bukan menjelekkan lho, tapi memberikan masukan dan kritikan tajam, didengar ya silahkan, gak mau ya gak papa.. gak rugi kok hehehe

cute SPG Yamaha R15

cute SPG Yamaha R15

oke back to topik.. Karena itulah untuk pasar Sport, Yamaha masih digdaya, karena sport Yamaha saat ini memiliki value yang lebih dari kompetitor dan menjadi market trendsetter (Desain keren, kaki-kaki gambot, rangka deltabox yang keren), berbanding terbalik dengan segment matic.

Tapi ada satu hal yang dilupa Yamaha

market itu bergeser dan bergerak dinamis, dan Honda berhasil secara perlahan menggiring market! market trend sekarang mulai bergeser “lagi” ke mesin DOHC.

jika diawal-nya yamaha vixion dari kaki-kaki biasa (old vixion) bergeser ke kaki-kaki gambot, double disc brake (NVL) Yamaha berhasil terus mengikuti di jalur trend.

tapi saat ini tanpa disadari Yamaha sebenarnya kalah satu langkah, terlena dengan besarnya market share semu yang masih digenggam…

dan saat Sport Yamaha dohc hadir, CB150r sudah berevolusi dan siap head to head secara langsung, dan dengan position yang sama (sama-sama mengunggulkan mesin DOHC, kaki-kaki gambot, Desain baru dan fresh), value Honda akan terlihat lebih disini (ingat brand Image Honda sangat tinggi berkat propaganda masifnya mengenai teknologi DOHC, apalagi didukung produk yang valuable), belum lagi kebiasaan honda yang murah fitur!!… bisa-bisa lenyaplah satu-satunya backbone Y saat ini!!

(diskusi lengkapnya disiini https://mariodevan.wordpress.com/2015/02/14/analisis-product-mapping-honda-versus-yamaha-by-mr-wiyanto-sudjono/)

Jawaban Untuk pertanyaan kedua..

Akibat tidak mampunya produk matic  Y melawan secara head to head matic honda, maka pasar Yamaha yang sempit justru saling makan satu sama lain, jumlah konsumen setia Yamaha berbanding terbalik dengan Jumlah dealer!! dan seperti hukum yang selalu berlaku, yang lemah akan dimakan yang kuat dalam hal ini dealer kecil akan dimakan dealer besar, yang lebih kuat secara positioning dan finance! kalo sudah masalah seperti ini, masih bergunakah pengawasan?? mati semua, atau mati sebagian? hehehe..

yang terjadi justru berlakunya hukum rimba, perang harga antara internal dealer…. yang justru disepanjang dunia marketing di perang harga itu yang menang akan jadi arang, dan  yang mati jadi debu hehehe.. sudah harus perang harga dengan kompetitor, secara internal juga harus berperang, lingkaran setan yang harusnya tidak perlu terjadi!

Yuk yang mau nambahin, koreksi silahkan

komentator-komentator setia lainnya, analis maupun master strategic marketing ditunggu kata-kata mutiaranya 😀

@wiyanto
@sa469
@bdt
@SAS
@0=0

monggo!!

Advertisements

About mariodevan

Makhluk terlanjur ganteng hehehehe, kelahiran manado, dan besar di surabaya, menyebut profesinya sebagai digital entrepreneurship (biar keren hihihi) | Menyukai semua yang berbau Otomotif dan juga suka belajar ilmu Marketing! | Bloger yang konsen menulis mengenai Motor, mobil, Analisis marketing otomotif, Sport dan semua yang dekat di sekitar. |Ingin mengHubungi penulis bisa di mariodevan@gmail.com, 085648012040 (whatsapp) | Social Media official | twitter : @mario_devan | FB page : https://www.facebook.com/mariodevanblog | Instagram : mariodevan
This entry was posted in Marketing, Motor and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

44 Responses to Analisis segment matic Yamaha yang keok dengan Honda, kok segment Sport masih berjaya??!!

  1. arsfugal says:

    sport bukan Y yg bagus,,,tp H yg jelex…

    Like

  2. bdt says:

    kenap sport tidak kena epek?

    simple aja, kompetitor produknya belum sekelas, valuennya rendah.

    jadi tetep yamaha menang,

    urusan marketing kacau dan dealer kacau,

    tidak berimbas pada keinginan konsumen u/ membeli,

    karena tdk ada pilihan laen,

    dipaksa kreditpun konsumen mau-ngak mau nurut ,

    walu mangkel di hati, tapi apa boleh buat, dealer dan marketing berkuasa.

    laen cerita, kalu kompetitor punya value yg setara, konsumen akan mikir lagi,

    walu mungkin secara desing kompetitor kalah 0.5 point aja, ini bisa diabaiken,

    laen cerita kalu fb buta

    Like

  3. bdt says:

    kalu di liat di lapangan, r15 dan cbr 150 ,

    designnya plus minur khan? cuma lampu led ama nungging doang ama banana arm

    secara design keselurahan ,cbr msh bejaban

    populasinya berimbang, case daerah sendiri, ngak tay tempat laen

    jadi bisa dipikirken jika nanti cb 150 mayor change dgn value yg sama,

    yach minus design tadi, mungkin 0.5 point

    nah yg akan berperan adalah strategi dealer dan marketing itu sendiri,

    akankah melayani dgn baek ato hanya mementingken perut dealer aja

    Like

  4. Unyil says:

    Wajar jk yamaha (YIMM) kalah dr honda (AHM)…. :
    – Modal & kekayaan AHM itu 10X lebih besar dr YIMM…
    – Orang indonesia MERK oriented….tahunya cuman merk…
    – Dealer & bengkel AHM jauuhhhh lebih banyak dr YIMM….
    Di jaman kapitalis ky skrg ini, yg modalnya besar pasti menang.
    Jadi andai yamaha bisa jualan 30% aja…itu udah sangat bagus. Ingat modal YIMM gak ada sepersepuluhnya AHM..

    Like

  5. niceguy says:

    Semua itu adalah kekuatan brand image sebuah produk, mindset yang terbentuk di masyarakat sangat kuat melekat dan amat sangat sulit menghapusnya. Image honda adalah IRIT, walaupun produk yamaha dan suzuki pun tak kalah iritnya, tapi secara umum masyarakat sudah menganggap bahwa honda=irit. Fitur bletak duorrr pun tidak menghalangi minat konsumen membeli beat & vario lawas. Kasus yamaha adalah image motor kencang, masih tersisa kejayaan rx king sebagai raja jalanan (motor jambret?) dalam ingatan kita. Ditambah dgn model sporty dan keren, jadilah penguasa sport (vixion dst).
    Kunci penguasaan pasar sepertinya lebih ke arah bagaimana membentuk mindset suatu produk. Kalau secara teknologi saya yakin masing2 produk masih sanggup head to head, paling beda 11-12 lah.
    Perlu diketahui honda berjuang selama puluhan tahun disini untuk membentuk mindset konsumen bahwa honda=irit. Bukan hal yang mudah seperti sulap membalikkan telapak tangan. Di saat suzuki, kawasaki dan yamaha masih asyik dgn mesin 2 tak justru honda sudah merintis motor 4 tak.

    Like

    • Numpang lewat says:

      Menurut pandangan awam ane, yamaha sejak awal perang metik kurang jeli dan kurang sigap mengantisipasi kompetitor.. klo gak salah ahm sudah menyematkan fitur safety side stand switch itu dimetik pertama kalinya vario dan beat.. belom lagi keunggulan kompetitor dimesin yang halus dan putaran gas yang cukup linear dengan akselerasi yang mengakibatkan lebih irit dari mio… hal ini terjadi begitu saja tanpa ada perlawanan dari yamaha bertahun2.. inilah yang pada akhirnya membentuk mindset buruk pada metik yamaha… so, sekarang itu adalah buah dari kelengahan yamaha dijaman mio seri pertama.. pertanyaannya apakah ini termasuk dari buruk nya strategi marketing yamaha sehingga tidak mampu merespon atw memberi masukan ke pihak R n D yamaha akan kelebihan produk kompetitor kala itu? atau kah memang sejak awal sasaran market antara yamaha dan honda itu memang berbeda dan kebetulan market yang disasar honda lebih mengena ke masyarakat luas?

      Like

  6. Numpang lewat says:

    Wow….ane jadi terharu neh….langsung dibikin artikel sama om mario…thanks berat neh…. thanks buat jawaban aka pencerahannya…
    ane barusan dari blog wak kaji tmcblog… beliau mengatakan bahwa strategi marketing yamaha sekarang dibawah kepemimpinan pak masykur untuk marketing dan pak jourdan untuk promosi menggunakan strategi below the line (BTL) untuk mengangkat value atw image dari metik itu sendiri… yang secara garis besar yang saya tangkep seperti bergerilya… apakah itu akan efektif dengan value yang disematkan dimetik yamaha seperti mio m3? walaupun diakhir kalimat nya wak taufik sepertinya optimis jika strategi ini dijalankan dengan baik maka bukan tidak mungkin image mio akan terangkat kembali dan pada akhirnya bisa bersaing lagi dengan beat series…

    Like

    • bdt says:

      beda nahkoda, bisa pula beda strateginya.

      pak masykur kalu diliat dari tampangnya emang low profile,

      ndak sama dgn pak eko yg energik, pak eko pake yg ATL,

      yach sesui dgn jiwa muda dan emag ymh lagi berjiwa muda pada saat itu

      Like

      • Numpang lewat says:

        Tapi masalahnya strategi ala pak eko aka ATL itu sudah terbukti kurang ampuh untuk mempertahankan image mio yang semakin kesini makin buruk… tinggal melihat strategi BTL ini, apakah efektif atu tidak mengembalikan image mio atw metik yamaha umunya…

        Like

        • bdt says:

          secara teori , mestinya effektif om.

          dealer kecil di kampung-kampung, biasanya jual motor tdk hanya 1 merk,

          bisa 2 merk, kaya di daerah saya,

          tuh motor matic merk ymh berjejerean ama metic ahm.

          si mio 3 jejeran ama beat to ama vario.

          konsumen dateng, yach bisa langsung liat real perbandingan,

          1 st tentu liat eblem 125 cc mio3, harga sama dgn beat

          si beat 110 cc, harga sama ama mio3,

          pikiran org awam, yach mending 13 jt dapet 125 cc daripada dapet 110cc,

          lebih boros, yach wajar wong 125 cc, pikir nya gitu kali yach.

          dan pake teknologi baru lagi, so konsumen pasti akan coba lah

          dan kebetulan di daerah saya dah banyak yg pek mio 3 dibanding beat pop/baru.

          Like

        • O=O says:

          @Numpang lewat

          Tapi masalahnya strategi ala pak eko aka ATL itu sudah terbukti kurang ampuh untuk mempertahankan image mio yang semakin kesini makin buruk… tinggal melihat strategi BTL ini, apakah efektif atu tidak mengembalikan image mio atw metik yamaha umumnya…

          Sebenarnya jika dilihat mendalam dri strategy yg dijalankan Y pada barisan maticnya sudah terjawab disini
          “madev lebih setuju bahwa hal tersebut terjadi sebagai efek tidak kompetitifnya secara value produk Yamaha matic dan juga kurang mampu membaca market trend dibandingkan kompetitor, Yamaha justru terjebak bermain di niche produk dengan GT series (diposisikan desain yang gagah dan kekar seperti transformer) maupun X-ride (matic offroad) laku sih… tapi itu bukanlah pasar yang besar!!bandingkan data penjualan GT series dibanding Vario series (4 : 10)

          Hal itu diperparah juga dengan semakin keluar-nya matic Yamaha dari market trend matic untuk produk Mio, matic trend matic saat ini bergeser ke matic yang kaya fitur (beat), dan Hi-tech (vario series) tapi Yamaha masih bermain dengan cara jaman batu! mainan CC lebih besar!”

          “Akibat tidak mampunya produk matic Y melawan secara head to head matic honda, maka pasar Yamaha yang sempit justru saling makan satu sama lain, jumlah konsumen setia Yamaha berbanding terbalik dengan Jumlah dealer!! dan seperti hukum yang selalu berlaku, yang lemah akan dimakan yang kuat dalam hal ini dealer kecil akan dimakan dealer besar, yang lebih kuat secara positioning dan finance!”

          dan bukanlah kesalahan dari pak eko prabowo semata tapi lebih ke internal RnD serta intelegen market serta komponen lainnya yg mempengaruhi suatu produk dalam market dan kemampuan mengunci positioning market yg dibidik

          … beliau mengatakan bahwa strategi marketing yamaha sekarang dibawah kepemimpinan pak masykur untuk marketing dan pak jourdan untuk promosi menggunakan strategi below the line (BTL) untuk mengangkat value atw image dari metik itu sendiri… yang secara garis besar yang saya tangkep seperti bergerilya…

          utk hal ini, saya malah ada sesuatu dibalik strategy itu & yg tahu hanyalah pihak Y saja, dalam hal ini diakui atau tidak market Y sudah terdesak oleh H, mau tidak mau y harus mencari jalan utk mengoptimalkan sebuah strategy prioritas yg akan dibidik dan jangan lupa, berhasil tidaknya sebuah strategy yg dijalankan jg bergantung dari strategy yg dijalankan kompetitor

          Like

          • Numpang lewat says:

            Iya jg sih… melihat kasus pada sport yamaha, metik yamaha memang mutlak kalah value dari kompetitor… belom lagi tidak didukungnya marketing dan promosi yang masih amburadul.. mungkin maksud dari Y adalah berusaha untuk tidak keluar dari ideologi pada produknya dan berusaha membelokkan mindset konsumen tapi apalah daya, kekuatan produk kompetitor dan dukungan promosi dan marketing yang rapi membuat apapun strategy Y pada saat ini mentah… dengan kondisi sekarang ini apakah benar2 tidak ada jalan lain, mungkin di strategy marketing atw promosi yang diluar mainstream, selain menambah fitur2?

            utk hal ini, saya malah ada sesuatu dibalik strategy itu & yg tahu hanyalah pihak Y saja, dalam hal ini diakui atau tidak market Y sudah terdesak oleh H, mau tidak mau y harus mencari jalan utk mengoptimalkan sebuah strategy prioritas yg akan dibidik dan jangan lupa, berhasil tidaknya sebuah strategy yg dijalankan jg bergantung dari strategy yg dijalankan kompetitor

            bukankah dulu H juga melakukan strategi yang sama saat menjungkalkan mio dulu? CMIIW menurut bro leo, strategi ini juga guna meredam counter dari kompetitor selama mungkin, apakah betul demikian?

            Like

            • mariodevan says:

              Pak jordan ya… hehehee….

              menurut saya baik ATL maupun BTL harus seimbang… ATL lebih cocok ke branding dan brand image yang bersifat masif…. sedangkan BTL memiliki kecenderungan hard selling yang lebih besar…

              betul yang dikatakan bro O=O pasti ada sesuatu…. mengundang tanda tanya

              kalo tebakan madev nie ya… karena menurut planing akan ada 4 motor baru ditriwulan pertama, 2 sudah muncul (mio M3 dan Nmax) maka untuk menghemat budget, Y hanya melakukan perkenalan secara BTL, setelah launching semua, maka akan dikemas dengan acara cukup besar, mungkin seperti Yamaha Motor show, keliling ke kota-kota disinilah ATL yang sebenarnya, lebih hemat budget kan, satu acara buat launching 4 produk hehehehehe….

              Like

  7. Adhe145 says:

    Ijin nyimak n bookmark kang.

    Like

  8. eiscell says:

    Honda khan lagi menunggu baby sportnya mateng !
    sekalisn nyiapin penggorengan yg gede tuh khusus buat goreng segment sport!
    🙂

    Like

  9. Pingback: Ini dia strategi Yamaha di pasar Asean, pertahankan segment sport, Memperkuat segment Matic dengan 4 model baru lagi bluecore!! | mario devan Blog's

  10. wisnu3ds says:

    puanjang2 buanget commentnya…..serem…

    Like

  11. hadi says:

    apa salah klo menggunkn satu ato dua strategi dri kompetitor….misl benamkn sja fitur (iSS, answer back system) yg mirip dg pnya nya kompetitor…tpi bukn yg melanggar hak cipta tntunya…ojo maen gede2 an CC aje….walau mungkin biaya produksinya akn trut meningkat…ya tinggal jualn pertahunya d kurangi (jmlh dikit tpi laris manis) dri pda target produksi per thn bnyk pi gak terjual bnyk…

    Like

  12. cupcake says:

    bahkan ketika r 15 ada di sebelah SPG secantik itu fitur miring nya efek dari standar samping cacat tidak dilupakan, luar binasa

    Like

  13. kalau bs jujur knp matic ma bebek yamaha kalah .1 model 2 fitur dan 3 promosi

    Like

  14. alex young says:

    matic yahama sdh mencontek matic honda kasian skl

    Like

    • mariodevan says:

      contek mencontek hal yang lumrah, karena terlalu mainstrem juga tidak akan laku..
      masak lupa waktu Beat pertama kali keluar??akhirnya kan meniru sedikit Mio di bagian slebor…
      lalu honda blade pertama kali keluar?? desainnya terlalu tidak mainstream, dan akhirnya kurang laku, setelah “meniru” desain Jupiter Z, sekarang justru berhasil mengalahkan penjualan Jupiter…

      Jadi tiru meniru bukan hal yang tabu, lagipula kedua pabrikann tetap menunjukkan garis desain karakter yang berbeda, kalo diperhatikan

      Like

  15. emyu-fid says:

    awal kemrosotan drastis yamaha dimulai dari jupiterz robot penerus jupiz headlamp burung hantu… desain body ancur plastik body gampang pecah, performa mesin kedodoran kalah sama jupiz burhan, desain dan suara kenalpot ampun dah ga banget kalah jauh sama jupiz burhan, kedua ancurnya mio karena mio j body terkesan jadul asal2an, pelek gampang geol ban cacing, performa mioj ampun kek siput tarikannya berat kalah jauh sama kompetitor dari body ampe mesin… yamaha terlalu sombong dah tau mio karbu body jadul berhasil dipecundangi beat karbu malah bikin mio generasi keduanya asal2an masih terkesan jadul sudah bunuh diri dah… thn 2007 saya pernah jadi sales yamaha, mengikuti perkembangannya nangis rasanya haha.. cuma bisa senyum pandangi nvl…

    Like

  16. Abdi Chinix says:

    Honda banyak belajar dari kelebihan yang ditawarkan yamaha, pada jaman keemasan jupiter skitar tahun 2004 yamaha sempat beberapa bulan menyalip penjualan bebek honda walau tidak dalam bulan yang terturut turut. event sering dilakukan yamaha untuk mengenjot penjualan jupiter dan mio. konsumen dan pemerhati sering memberi masukan agar selalu didepan untuk urusan fitur dan penambahan accesories, mendengar berita tersebut itu honda lah yang cepat merespon dan hasilnya vario cepat memimpin penjualan matic bbrp tahun kemudian sampai sekarang. ditambah lagi sales yamaha utk didaerah saya Bontang kaltim penjualan kurang baik, sebagai contoh jaman keemasan mio soul dimana inden antrian utk mio tidak lagi berdasarkan nomor urut tetapi bisa berubah berdasarkan berapa besar berani menambahkan fulus hilang utk cepat mendapatkan kendaraan tersebut. dengan keadaaan tersebut akhirnya keluarga beralih membeli vario yang sales memberikan pelayanan yg lebih baik.

    Like

  17. oktafahrohus says:

    Maaf saya numpang comment yang ciptai matic pertama bukan nya yamaha dengan produk nuvo. Yamaha yanga seluk buluk dari mesin matic trm kasih

    Like

  18. Mr. From Borneo says:

    waoww… ini saya baru senang membaca para komentator beradu argumen dalam bidang strategi marketing… salut untuk semuanya. Buat Mas Devan saya sangat salut dengan artikelnya yang memancing komentator untuk menggelar pendapatnya disini… teruskan karyanya….saya sangat suka menyimaknya. Salam dari Kalimantan

    Like

  19. edm135 says:

    analisamu keren lek, terbukti oktober november penjualan CB bisa sedikit memimpin di banding yamaha vixion…

    tapi salah satu penyebab anjloknya penjualan vixion Oktober dan november adalah Blunder yamaha dengan menaikkan NVA 2 kali, padahal akhir tahun konsumen takut kalau nilai motornya turun karena dapat tahun lama, seharusnya yamaha kasih insentif bonus seperti jaket, dll eh malah harga di naikkan tentu konsumen akan tunggu pembelian di awal tahun 2016

    prediksi saya penjuan NVA akan kembali menggungguli CB di awal tahun 2016

    Like

  20. suyono says:

    Lagi percaya diri dgn marketnya…dan Percaya diri….diam diam dilawan dgn ATM dan ATPM.
    YMH &Kawasaki yg berani mengeluarkan sesuatu yg baru duluan..di susul szk…dan di racik,disempurnakan sama yg di belakang panggung yg sdh siap tampil..
    Akhirnya…..mempertahankan sulit,merebut nya juga perlu keroyokan seperti keroyokan nya.semua lini sdh dan mulai di perkuat.aset tak seimbang,hanya bisa menjegal di tengah tengah.
    Intinya jgn terlalu PD,titik jenuh produk,blunder desain,fitur,filosofi dan marketing ibarat senjata makan tuan.
    Semua produsen …tanpa konsumen adalah percuma dan sia sia…..

    Liked by 1 person

Coment gratis :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s