Dalam Kondisi bisnis roda dua ada kalanya, produk yang sudah memakan biaya riset dan pengembangan yang tinggi di tolak pasar, karena tidak mampu melawan kompetitor atau bahkan membuat pasar baru, dan justru menjadi beban, cashflow terganggu, profit tidak tumbuh dan lain sebagainya.
Tentu hal ini menjadi beban team marketing, belum lagi mental pasukan yang sudah terombang-ambing membuat kinerja menjadi terganggu! tapi tentu bukan marketers sejati kalo tidak mampu membalikkan keadaan, seorang marketers sejati mampu menjual kulkas di daerah kutub sekalipun (entah dibuat sebagai lemari baju atau apa hehehehe) hal ini juga karena ATPM tentu butuh waktu membuat produk baru, jadi sambil menunggu, tentu dapat dilakukan dengan aktifitas yang bersifat defensive.
Kali ini madev mau share langkah simple membalikkan keadaan, ini bukan berarti madev mau mengajari para ikan untuk berenang, tapi hanya untuk share saja, karena gak seru juga kalo market Indonesia hanya diisi satu pabrikan.
- Perlu dilakukan riset mendalam mengenai pasar disegment yang akan dituju, madev ambil contoh saja pasar sport 250cc, dimana R25 menderita kekalahan telak dengan seterunya yaitu Ninja 250, cari faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian disegment ini, tentunya yang disurvei adalah mereka yang baru saja membeli motor 250 cc, atau para komunitas yang sudah lama.
- Index semua faktor-faktor tersebut, gunakan skala prioritas, lalu bandingkan dengan milik kompetitor, ini bisa pakai diagram pareto, temukan point-point yang lemah, dan temukan point-point yang dianggap paling kuat dari kompetitor, ingat kelemahan bisa saja jadi kelebihan.






